Breaking News
Loading...

RATAK NYAO ( Nyanyian Agyan Berhenti di Koma )

"Ratak Nyao" merupakan satu kisah nyata yang diaplikasikan dalam bentuk tarian kotemporer dengan alur cerita yang membuat banyak orang terkagum-kagum di setiap gelaran yang diikuti oleh kelompok tari ini. Adalah Impessa dance company yang menampilkan tarian ini. grup yang berasal dari Kota Padang Sumatra Barat ini sukses membuat para penonton terkesima dengan gerakan demi gerakan tari yang begitu dinamis dengan alunan musik tradisional.

Tarian Ratak Nyao merupakan sebuah apresiasi bagi seorang bocah kecil yang harus menerima warisan abadi dari kedua orang tua nya dan sekaligus membawa bocah lugu ini untuk mengikuti jejak kedua orang tua nya  sebagai seorang ODHA. Di saat masyarakat telah banyak mendapat informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba serta sosialisasi tentang HIV/AIDS yang begitu banyak kita temui di berbagai media, namun tidak serta merta memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk ikut prihatin dengan mereka yang terinfeksi, bahkan masih banyak yang menganggap ODHA adalah kutukan dari Tuhan TME.

Adalah bocah kecil Gyan yang harus menerima takdir sebagai seorang ODHA dan ditelantarkan keluarga besar nya setelah kedua orang tua Gyan meninggal terlebih dahulu. Nasib bocah malang ini harus berjuang dengan sakit yang menggerogoti sistem imun didalam tubuhnya serta harus hidup dengan ketergantungan obat disepanjang sisa usia nya. Tak ada kata iba dari orang-orang di sekitar bocah ini, tak lain seorang laki-laki yang berhati mulia dengan ikhlasnya merawat dan menjaga Gyan selama hampir dua tahun. 

Yang paling menyakitkan disaat Gyan harus berjuang melawan AIDS, dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir, pihak keluarga tak satupun yang mau mengurus jenazah bocah ini, mulai dari memandikan, mengafankan dan menguburkan pun warga sekitar hanya melihat dari jauh tanpa ada bantuan sedikitpun. Laki-laki ini lah dengan dua tangannya mengurus jenazah Gyan, menyolatkan dan menggali tanah kuburan Gyan dan menguburkan jenazah bocah malang ini.

Inilah potret kehidupan seorang bocah yang harus melawan stigma buruk penderita ODHA dan menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa diantara moderennya sistem informasi, namun tidak semua informasi tentang HIV/AIDS dapat diterima oleh masyarakat. jika hal ini menimpa diri, anak, saudara dan keluarga kita, apakah hal ini juga akan kita alami? Semoga Impessa Dance Company menjadi grup tari yang mampu membawa Ratak Nyao ( Nyanyian Agyan Berhenti Di Koma) sebagai salah satu kampanye tentang dilema hidup seorang ODHA yang harus berjuang dengan lingkungan nya disaat harus berjuang untuk kesembuhannya. Semoga.

0 komentar:

Copyright © 2013 inspirasi perjalanan hidup All Right Reserved - Shared by WpCoderX