Breaking News
Loading...

Politik Pencitraan

Tahun ini adalah tahun politik dimana semakin gencar srategi yang di lakukan oleh para pelaku politik untuk mendapatkan simpati masyarakat secara instan. Biasanya berbagai agenda politik sengaja dibangun untuk memuluskan jalan seorang tokoh politik menduduki jabatan yang diinginkannya, sangat banyak cara yang digunakan sesuai dengan bidang ilmu yang mereka punya. Berpolitik dengan ilmu yang mumpuni adalah hal yang wajar dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan. Tapi apa hal jika seorang tokoh politik tidak memiliki kapasitas dan kapabilitas sebagai seorang politikus ?

Inilah yang sedang terjadi saat ini, begitu banyaknya Partai Politik,
membuka peluang bagi siapa saja untuk ikut berpartisipasi secara aktif  maupun pasif dan ini dilindungi oleh undang-undang. Akan tetapi ada kelemahan-kelamahan yang justru memberi keuntungan bagi sebagian pihak. Bergaining Power, political interest jelas lebih mengemuka dalam balutan politik pencitraan.

 Baliho dan foto sudah di pasang berjejer jauh-jauh hari agar semua orang yang melihat dapat mengenal sosok yang akan mereka pilih, kepedulian sosial pun menjadi tema utama karena memang   kalangan bawah yang butuh uluran tangan adalah sasaran utama. Disinilah letak posisi keuntungan yang dimanfaatkan oleh sebagian kalangan yang memanfaatkan kondisi lintas problematika kehidupan masyarakat bawah, masalah ekonomi, pasar rakyat,lapangan pekerjaan dan pendidikan dasar serta kesehatan adalah isu politik yang selalu jadi andalan.

Siapa yang dimanfaatkan dan siapa yang memanfaatkan......?. Pencitraan tak lebih hanya sekedar menampilkan sosok seorang yang begitu baik, mapan secara finansial, peduli dengan kehidupan masyarakat bawah dan selalu berupaya tampil sempurna di depan publik. Seolah-olah kesempurnaan menjadi miliknya, dan menjadi senjata ampuh untuk meraup keuntungan suara dalam sebuah pemilihan.

Kunci agar terlepas dari politik pencitraan adalah bagaimana sebuah pendidikan politik diberikan kepada masyarakat. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, apa tindak tanduk politikus setelah mereka dipilih, seperti apa kinerja mereka dan apa kepedulian mereka sebelum atau sesudah mereka terpilih dan apa yang akan mereka lakukan jika gagal dalam sebuah pemilihan. bagi kalangan bawah ( Grass Root ) ini adalah barometer sederhana sebagai pemilih aktif untuk menentukan pilihannya agar tidak terjebak dengan politik pencitraan.

0 komentar:

Copyright © 2013 inspirasi perjalanan hidup All Right Reserved - Shared by WpCoderX