Breaking News
Loading...

GREATWALL (JANJANG SARIBU) KOTO GADANG

Meskipun tidak tercatat secara resmi dalam buku sejarah di Minangkabau, janjang saribu yang telah dibangun secara gotong royong  oleh masyarakat Bukittinggi terbukti menjadi alat transportasi penting pada zamannya. 

Adalah masyarakat Koto Gadang yang membangun jalan setapak yang menuruni Ngarai Sianok dan menghubungkan Kota Bukittingi dan Koto Godang. Tahun 1814 awalnya jalan ini hanya untuk para pengambil pasir si sepanjang sungai Ngarai Sianok, dan lama kelamaan menjadi jalan alternatif bagi masyarakat sekitar untuk melakukan aktifitas dagang dan kegiatan lainnya.






Jumlah jalan yang disusun menyerupai tangga dengan tanah yang ditopang pohon bambu ini, jumlahnya tak pernah dihitung secara pasti, namun masyarakat sekitar menamakannya JANJANG SARIBU. Dahulunya jalan ini sangat membantu masyarakat yang ingin ke Bukittingi dari Koto Gadang atau sebaliknya, karena dalam mempersingkat waktu perjalanan yang mestinya harus menempuh jalan yang cukup jauh. Seiring dengan waktu, jalan ini mulai dilupakan oleh sebagian masyarakat.

Upaya para perantau minang dan masyarakat Koto Gadang untuk mengembalikan kejayaan masa lampau Nagari Koto Gadang dengan pesona alam nya yang sejuk, hamparan sawah dan hasil bumi nya yang terkenal dan kerajinan sulaman, perak yang pernah terkenal di dunia mulai dilakukan dengan menitikberatkan pariwisata.
Janjang Saribu yang dulu hilang, kini kembali dibangun dengan struktur bangunan seperti tembok china dengan menata kembali jalur jenjang yang pernah ada sebelumnya yang dinamai Great Wall Of Koto Gadang. Dengan adanya Great Wall ini wisatawan domestik maupun mancanegara akan disuguhkan dengan berbagai kemudahan untuk bisa berbelanja berbagai pernak pernih tradisional khas Koto Gadang seperti Sulaman, perhiasan perak, miniatur dari perak dan kuliner khas Gulai Itik yang sangat menggugah selera.




0 komentar:

Copyright © 2013 inspirasi perjalanan hidup All Right Reserved - Shared by WpCoderX