Breaking News
Loading...

CERMIN AJAIB DAN RENDAH HATI

Dulu semasa kita kecil sering mendengar dongeng tentang seorang penyihir jahat yang merasa selalu tidak puas akan kecantikannya dan berupaya menandingi putri raja yang begitu indah parasnya dengan ramuan sihir serta bantuan sebuah cermin ajaib.

Diakhir cerita setiap kejahatan pasti akan berbuah kehancuran, dan tanpa mengenyampingkan maksud dari dongeng tersebut, ada satu makna yang bisa untuk  kita pahami sebagai sebuah perumpamaan dari cermin ajaib tersebut.

Dulu mungkin kita hanya terpaku mendengar kisah dongeng tersebut, akan tetapi tidak mencoba untuk memaknai apa inti cerita itu karena jika disaat kita telah mencapai proses pendewasaan dan mencoba untuk belajar menjadi dewasa, CERMIN adalah metode paling ajaib untuk melihat diri kita secara utuh. Sederhananya cermin adalah sebuah benda yang
memberikan kita penglihatan untuk melihat diri kita seutuhnya, ya mungkin saat kita berpakaian, cocok nggak ya???, pantes nggak ya??, ini adalah kalimat yang terlintas dalam benak setiap diri kita saat berhadapan dengan sosok cermin ini.

Nah bagaimana emosi kita bergejolak saat diri kita sendiri yang dipantulkan cermin secara terbalik,namun kita bisa menilai secara pribadi pantas atau tidak, cocok atau tidak, sesuai atau belum sesuai, cermin akan memberikan jawabannya.
Dalam kehidupan sosial, cermin ini bukanlah sekedar benda mati seperti yang digunakan si penyihir jahat untuk mencapai keinginannya, bukanlah sekedar untuk merias dan mempercantik diri, akan tetapi jauh dari itu cermin yang dimaksud adalah sejauh mana kita mampu untuk menyadari kemampuan diri, batasan diri, kelebihan dan kelemahan kita sendiri yang terakumulasi dalam seberapa pantas nya kita untuk meraih sesuatu.
Banyak terjadi disekitar kita fenomena pengakuan diri yang berlebihan, merasa telah melakukan suatu pekerjaan yang berat dan merasa harus dilebihkan posisi dan imbalan atas apa yang telah dikerjakan, dan tidak peduli apakah orang lain akan menerimanya atau tidak. Sifat menyombongkan diri dan merasa menjadi satu bagian dari sesuatu meski itu hanyalah sebuah imbalan dari rasa iba akan kondisi sesungguhnya. Akan tetapi tanpa disadari sifat dan prilaku seperti ini justru membuat orang lain tidak nyaman bahkan sampai pada titik jenuh akan memunculkan kebencian, bosan dan kemarahan sebagai puncaknya.

Sebagai pribadi yang juga belajar untuk bagaimana memposisikan diri sesuai dengan porsinya, mencoba untuk menyadari betapa susahnya untuk bisa ada dalam sebuah situasi yang bisa saling memberikan keseimbangan satu dengan yang lainnya, penulis berharap sifat RENDAH HATI dan memahami diri apa adanya sebagai sebuah cermin ajaib yang mampu merubah situasi menjadi lebih baik, lebih harmonis dengan lingkungan sekitar. Insyaallah.

0 komentar:

Copyright © 2013 inspirasi perjalanan hidup All Right Reserved - Shared by WpCoderX